Lihatlah Lebih Dalam


Suatu ketika hiduplah seekor tikus yang tinggal dirumah keluarga petani, disana ia tinggal bersama hewan-hewan lain seperti sapi, ular, ayam, kambing dan sebagainya.
Disuatu hari yang cerah semua bejalan biasa-biasa saja, namun di kala sore hari mulai tiba dan sang petani telah pulang dari ladang, betapa kaget nya hati si tikus tatkala ia melihat sang petani telah membeli sebuah perangkap tikus. Ia mulai panik dan menghampiri teman temannya untuk mencari solusi masalahnya. Pertama-tama ia menghampiri ayam sahabatnya, ia berkata “ oh ayam sahabatku,apa yang harus kulakukan ??? sang petani kini sudah mempunyai perangkap tikus untuk menangkap ku,aku sangat takut dan tak tahu apa yang harus kulakukan “ lalu sang ayam menjawab “ aku turut bersediha tikus, tapi itu masalah mu aku pun tak tahu apa yang harus kau lakukan “. Dengan hati ketakutan lalu tikus pergi dan ia bertemu dengan ular,lalu tikus pun menceritakan semua kekhawatiran nya tapi ular menjawab “ apa peduliku ?? semua tak penting buat ku”. Lalu tikus mencari sapi dan kembali becerita, namun sapi hanya menjawab “ bersabarlah,itu tak ada urusan dengan ku”. Kemudian tikus menemui kambing dan kambing pun menjawab ‘pergi dari sini ! aku tak peduli “.
Sang tikus pun sangat sedih dan khawatir,ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Sampai malam tiba ia hanya bias pasrah,sampai ia melihat sang petani memasang perangkap itu.
Tapi hal yang tidak diduga terjadi,entah mengapa si ular masuk kedalam rumah dan terperangkap sehingga ekornya terluka parah, lalu sang petani datang dan hendak melepaskan ular itu tetapi sang ular yang merasa terancam pun menggigit istri sang petani hingga sang istri petani pun pingsan. Lalu karena marah si petani pun membunuh sang ular.
Setelah dirawat di rumah sakit istri petani sangat lemah kedaannya,dalam keadaan sakit ia merasa ingin memakan sup ayam,lalu sang petani pun meyembelih ayam miliknya (si ayam) dan tentu saja matilah sang ayam. Lalu sang istri petani merasa ingin makan gulai kambing,dan sang petani pun menyembelih kambing miliknya(si kambing) sehingga matilah si kambing.
Setelah lama dirawat sang istri petani tak tertolong lagi dan meninggalah ia. Untuk menjamu tamu-tamu yang datang melayat akhirnya sang petani pun menyembelih sapi miliknya untuk dihidangkan dan matilah si sapi.
Sang tikus yang melihat keadaan ini pun bersedih karena ia kehilangan teman-temannya tapi nyawanya terselamatkan.
Dari kisah diatas dapat kita simpulkan bahwa janganlah kita bersifat acuh pada teman kita yang sedang dalam kesulitan dan butuh pertolongan,karena kita pun tak tahu kapan masalah akan menghampiri dan tentu kita pun membutuhkan pertolongan orang lain LIHATLAH LEBIH DALAM APA ARTI TOLONG MENOLONH DALAM HIDUP MU . Namun prinsip tolong menolong ini harus diaplikasikan pada hal-hal yang tepat bukan hal-hal yang negative.

Posted on 28 March 2011, in Campur-campur. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: