Jurnalisme Lokal

Belajar Mencari Berita

Mulai minggu ini, Karin dan teman-temannya, seperti Hanna dan Sri Wahyuni mulai berkontribusi dalam konten blog sekolah. Aktivitas yang mereka pilih adalah bidang jurnalisme lokal. Ide sederhananya adalah mereka mencoba mengumpulkan berita apa saja yang sekiranya layak untuk dibagikan kepada teman-teman yang lain. Berita berkaitan dengan aktivitas sekolah dan dinamika para siswa dan guru-gurunya.

Sebagai edisi perdananya mereka memperoleh berita seputar perasaan siswa kelas XII yang baru saja menyelesaikan TO dan bersiap-siap mengikuti UN senin mendatang. Selain itu, minggu ini mereka juga berhasil memperoleh informasi dari Ignatius Budiono, S.Pd sebagai kepala sekolah. Apa saja informasinya? Berikut karya mereka.

Pendapat Kakak kelas sesudah Try Out ke 3

Kami menanyakan apakah kesan setelah TO ke 3 keluar hasilnya, dan dia menjawab… “ yah begitu ada yang bagus dan ada yang jelek”. Tetapi sesudah hasil TO ini Kakak menyimpulkan bahwa TO yang selama ini di jalankan adalah untuk melatih kemampuan kita sebelum melaksanakan UAN. Lalu TO itu harus di jalankan dengan hasil usaha sendiri karena di situlah kita tahu bahwa kemampuan kita sampai dimana dan dari hasil tersebut kita bisa memperbaiki nilai agar lebih baik diri pada TO selanjutnya, jika nilai TO jelek toh tidak akan mempengaruhi nilai, nah malah itu bisa menjadi pacuan agar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadi intinya kita harus memanfaatkan TO dengan sebaik mungkin, dari pada hasil TO yang berasal dari hasil kerja orang lain karena TO tidak akan mempengaruhi nilai UAN nanti. Karenan di UAN nanti kita tidak bisa mengharapkan orang lain kita mengerjakannya sendiri lebih baik nilai TO 3 dri pada nilai UAN yang 3.

Persiapan menjelang UAN

Kami bertanya kepada kakak, ka kira” apa saja yang di butuhkan untuk menjelang UAN yang sebantar lagi, lalu dia menjawab : yah harus menjaga kesehatan fisik, dan yang pastinya adalah belajar sungguh”. Selain itu juga tidak boleh banyak main-main lagi, boleh main sebentar tapi itu hanya untuk selang waktu menghilangkan kejenuhan lalu dilanjutkan lagi belajarnya, karena belajar yang di forsir berlebihan juga tidak baik malah akan membuat otak menjadi stress. Selain itu harus banyak berdoa kepada Tuhan, meminta dukungan dari keluarga , teman”, dan someone juga (jika ada). Karena jika tidak diimbangi dengan iman yang kuat, belajar pun tidak akan maksimal. Dukungan dan doa dari orang tua itu juga adalah hal yang penting, dukungan itu akan membuat kita menjadi tambah semangat. Saling mendukung antar teman dan keyakinan bersama akan LULUS itu juga perlu, walau sebenarnya ada ketakutan dalam menjalani ujian nanti. Sebenarnya kalau menjelang ujian, apakah pacaran itu akan mengganggu kosentrasi? Nah kalau itu tergantung, kalau kita memiliki pacar satu angkatan itu malah kita bisa saling sharing tentang pelajaran atau kendala tentang pelajaran. Dan jika seorang laki-laki dan perempuan sedanh berdua itu tidak selalu mojok, bisa saja kan mereka sedang belajar dan saling bertukar pikiran untuk menghadapi UAN, dan kebanyakan orang berfikir orang yang selalu berdua itu mereka lagi pacaran atau sedang ngapa-ngapainlah padahal itu ga semuanya bener. Lalu jika kita memiliki pacar adik kelas, harusnya adik kelas itu mengerti dan harus menyemangati agar pacarnya itu giat belajar. Biasanya seseorang akan patuh dengan perkataan orang yang dia sayangi.

Pesan-Pesan untuk adik kelas untuk Ujian tahun yang akan datang

Ikuti TO pertama hingga TO terakhir dengan baik, lalukan dengan usaha kalian sendiri karena nilai TO bisa di perbaiki dengan nilai TO berikutnya . Tidak seperti Ujian yang nilainya tidak bisa di perbaiki. Harus saling membantu dalam menghadapi ujian karena kita dari kelas 1 SMK masuk bersama-sama, dan keluar pun harus bersama-sama. Bukan berarti kita memberikan jawaban juga kepada teman saat ujian tetapi bantulah teman dengan belajar bersama-sama. Apa yang mereka tidak bisa, jika kita bisa, bantulah mereka agar menjadi bisa.

HASIL WAWANCARA dengan KEPALA SEKOLAH

Berbagai keluhan dan harapan anak-anak kelas XII yang telah mengikuti TO 1,2,3 ada yang menggembirakan dan
menyedihkan. Anak-anak sering mengeluh soalnya sulit belum dipelajari dan tidak
hafal rumus, tidak memahami arti dalam bahasa inggris dan tidak bisa
menganalisa dan soalnya panjang-panjang dan nada yang acuh tak acuh tidak mau
tahu hasilnya baik atau jelek.

Dari hasil analisis yang dilakukan pihak sekolah selama dua hari dari 74 siswa baru 30% yang benar-benar siap dalam
arti sudah kelihatan stabil dalam belajarnya, sedangkan 50% dalam posisi yang
masih labil, sisanya 20% masih jauh dalam mempersiapkan diri.

Yang menggembirakan pada anak rata-rata menyatakan itu hasil murni pemikiran pribadi, dari hasil itulah Pihak
sekolah melalui pemanggilan satu persatu diajak untuk merefleksikan diri,
dimana letak kekurangan dan kelebihan sehingga waktu yang sisa untuk kesuskesan
Ujian tanggal 18 – 20 April 2011, sehingga inti persoalan bahwa anak yang
menentukan sukses dan tidaknya, bukan sekolah sehingga bagi anak yang benar
siaplah yang meraih kesuksesan.

Disiplin diri membentuk Karakter Pribadi yang kuat

Oleh : Ignatius Budiono, S.Pd

Dari berbagai ribuan buku dan artikel isinya tentang kiat-kiat untuk berhasil dan sukses, salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kesuksesan adalah “disiplin diri” Sekalipun seseorang memiliki banyak kualitas yang luar biasa dan didukung fasilitas yang lengkap, namun tanpa disiplin diri semuanya menjadi sia-sia.

Disiplin diri kunci untuk keberhasilan pribadi, dengan disilpin diri seseorang dapat menggunakan seluruh kemampuan bakat bawaannya. Tanpa disiplin diri sekalipun memiliki bakat yang luar biasa dia hanya akan tampil biasa-biasa saja. Maka inti dari setiap proses pendidikan adalah membangun disiplin diri.

Kemampuan disiplin diri bukan bawaan, melainkan kualitas yang diperoleh berkat  pelatihan (ditempa ulet, mandiri, melakukan sendiri apa yang menjadi kebutuhannya, biasanya membentuk kualitas “disiplin diri” di dalam diri yang bersangkutan.

Hal-hal apa saja yang dapat membentuk disiplin diri dalam diri seseorang? Pertama-tama harus segera dikatakan bahwa itu “BENAR” atau itu “SALAH” Contoh  bila semua orang di lingkungan anak, hidup dengan “disiplin diri” maka dengan sendirinya anak-anak yang bertumbuh dan berkembang di lingkungan itu akan membangun pribadi yang penuh “disiplin diri” sebaliknya  bila semua orang di lingkungan anak, hidup dengan “tidak disiplin diri” maka dengan sendirinya anak-anak yang bertumbuh dan berkembang di lingkungan itu akan membangun pribadi yang penuh “tidak disiplin diri”

Salah satu kekuatan disiplin diri adalah menjadi landasan untuk lahirnya berbagai karakter positif lainnya. Karena hanya orang yang telah “menaklukkan dirinya sendiri” melalui “disiplin diri” itulah yang menjadi orang yang berkarakter.

  1. Laras Lestiana

    setiap anak harus dituntut untuk terus disiplin dalam sgala hal..tapi memang sulit..

  2. wow, ada calon2 jurnalis juga toh di SMK MY…
    semangat terus…

    • ya ada beberapa yang tertarik bidang itu meskipun baru mulai, mudah2an lewat mereka blok ini menjadi lebih dinamis sebelum beralih ke website. Tolong juga kontribusinya seputar sekolah……

  3. wah saya tertarik melihat jurnalis lokal smk my,maju terus,,pantang mundur..mudah-mudahan melalui blog ini dapat memberikan informasi yang lebih mudah dan efektif, dan mudah-mudahan bisa terus berkembang menjadi website..

    • Terima kasih atas dukungannya, kami sedang memulai belajar sesuatu yang mungkin bisa mewadahi kreatifitas siswa. Mohon selalu beri masukan kepada kami. Salam dari Cianjur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: